"Bunga Revolusi Berbicara "Papua Bukan Tanah Kosong

 Puisi  "Bunga Revolusi Bersuara: Papua Bukan Tanah Kosong":




   Hai Bunga Revolusi Bersuara


Di atas tanah Papua yang disirami darah,

Bunga revolusi mekar dengan perlahan.

Tak ada tanah kosong di sini,

Hanya bumi yang menahan beban,

Sejarah yang tak dituliskan.


Bunga-bunga tumbuh, walau diinjak sepatu-sepatu kuasa,

Mengalir di nadinya derita dan harapan.

Di setiap kelopaknya ada cerita,

Tentang luka yang tak bisa sembuh,

Tentang mimpi yang belum terwujud.


Papua bukan tanah kosong,

Ia disemai oleh tangan yang kasar,

Dibentuk oleh rasa takut,

Namun di dalamnya tersimpan keberanian.

Suara rakyat tak akan padam,

Meski kekerasan mencoba membungkam.


Bunga revolusi ini bersuara,

Menggetarkan bumi dengan panggilan kemerdekaan.

Tiap hembusan angin di hutan,

Adalah bisikan yang tak bisa kau redam.

Papua hidup dalam setiap batang ilalang,

Dalam setiap nyala mata anak-anaknya.


Papua bukan barang untuk diperebutkan,

Ia adalah rumah,

Ia adalah jiwa,

Ia adalah kebebasan yang kita tunggu.


Bunga revolusi akan terus mekar,

Menghiasi langit biru Papua,

Hingga semua tahu,

Papua bukan tanah kosong.


Puisi ini menggambarkan perlawanan rakyat Papua sebagai "bunga revolusi" yang bersuara lantang untuk memperjuangkan hak dan kedaulatan yang ahkiki. Papua bukanlah sekadar lahan, melainkan rumah bagi manusia yang berhak atas kemerdekaan dan pengakuan.


Eko-vinsent

#Jiwaumumnetral

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMERDEKAAN INDONESIA Dan PENINDASAN TERHADAP BANGSA PAPUA

AIR KEHIDUPAN SURGA SEJERNI KRISTAL

BERTOBATLAH SEBAB KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT (Konteks Papua?)