Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Filosofi Suku Mee Dou Gai Ekowai

Gambar
 INI ALASAN MENGAPA KAB DEIYAI GUNAKAN  FILOSOPHI DOU-GAII-EKOWAI  SEBAGAI MOTO KABUPATEN?  Arti harafiah kata Dou-Gai-Ekowai dapat dijelaskan sebagai berikut :  Dou : Melihat dalam arti memandang dan mengamati,  pada tahap ini digunakan indera mata & mata bathin untuk menerawang,  Gaii : Berfikir maksudnya hasil dari Dou kemudian dirasakan, difikirkan, dianalisis dan dipetakan seperti ilmu SWOT dalam teori menajemen modern,  Ekowai : Bekerja  sebagai hasil dari apa yang sudah di-Lihat (Dou) dan di-Fikir (Gaai).  Ini Pandangan hidup suku Mee, Makna terdalamnya adalah tiada Ekowai yang muncul tiba-tiba tanpa Dou dan Gaai. Tiga Kata ini, kita singkat  DoGaE, Ini Pancasila-nya orang Deiyai atau Deiyai’s way of life. Prinsip hidup dari orang Deiyai, penduduk asli seputaran Danau Tigi dan sekitarnya di Meepago, yang tidak mudah goyah, tidak mudah ikut arus dan suka berfikir dan merenung sebelum bicara dan bertindak. Pedoman hidup yan...

POSISI PEREMPUAN DAN ANAK DALAM BUDAYA PERANG DI PEGUNUNGAN BINTANG

 POSISI PEREMPUAN DAN ANAK DALAM BUDAYA PERANG DI PEGUNUNGAN BINTANG "....Nayak dalam perang [antar klen, kampung, dan marga], namanya perempuan dan anak usia dibawah umur, kurang lebih 15 tahun ke bawah, kami tidak biasa bunuh sembarangan". Pada Jumat 17 September lalu, saya bicara dengan salah seorang pemuda asal Serambakon, namanya Adolus Asemki. Di media sosial dia menggunakan akun Facebook atas nama Asemki Sibilpomki . Dia cerita tentang kebiasaan perang yang dulu hinga sekarang ini, yang melibatkan beberapa klen, marga, dan kampung dari lima suku besar yang ada di daerah yang bersebelahan dengan barat daya Papua New Guinea (PNG) itu. Sedangkan menurut Oksinus Bukega, seorang intelektual muda yang progresif dari wilayah ini, mencatat, bahwa paling tidak perang tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain perebutan lahan, perempuan, pencurian dan lain sebagainya. Meski demikian, kata Asemki, orang tua mereka dulu, kalau perang tidak bisa ganggu perempuan dan ana...