KEBANGKITAN MEE YAGAMO DARI CENGKRAMAN PATRIARKI

 


Tulisan ini spesial ku persembahakan untuk kedua Mee yagamo hebat yang mampu berdiri kuat sebagai petarung dari tantangan hebat budaya Patriarki yang begitu kental, dan membawa banyak perubahan bagi Meebage (manusia Suku Mee) di daerah Wissel Meren atau yang saat ini kita dengan masyarakat Mee di Kabupaten  Paniai. Terinspirasi dari Festival Danau Paniai yang di gelar  dari tanggal 23 -24 Oktober 2024, Ini merupakan perdana dan terobosan baru.  Yang rasanya mustahil di laksanakan namun terlaksana juga, Pj.Bupati Kab.Paniai dan Sekda Kabupaten Paniai Ikaiwiya iboo, hebat.



Latar Belakang 

Dalam sistem sosial yang didominasi oleh budaya patriarki, perempuan seringkali menghadapi berbagai hambatan dan diskriminasi untuk mencapai posisi kepemimpinan. Namun, sejarah mencatat banyak kisah inspiratif tentang perempuan yang berhasil melampaui batasan-batasan tersebut dan menjadi pemimpin yang berpengaruh.

 Diantara perempuan - perempuan yang tercatat dalam sejarah bagaimana mereka dapat tampil dan menjadi pemimpin yang karismatik dan berwibawa, saya juga melihat Penjabat bupati kabupaten Paniai Ibu Dr.Martha Pigome dan Sekda Ibu Denci Meri Nawipa,S.IP. Menjadi pemimpin dan meneyelenggarakan sistem pemerintahan bahkan iven -iven besar dari kalangan komunitas yang begitu kuat dengan budaya patriarki memang bukan hal yang muda. Dalam kebudayaan Mee secara umum sering muncul istilah -istilah memojokkan kaum hawa/Perempuan "Yagamodaba, yagamodabatuma" ( perempuan kecil, perempuan bangsa lemah). Itu artinya Posisi perempuan hampir tidak tersedia dalam komunitas/ klen Mee, tentukan laki -laki selalu berada pada posisi superior dan utama. Sistem garis keturunan di Papua menganut Sistem Patrilinear (garis keturunan berdasarkan garis keturunan Bapa), laki - laki selalu mendominasi dalam segala hal terutama hal ini di dukung oleh aturan dalam adat. Laki -laki selalu menjadi superior didalam adat, hal ini terlihat dalam hal mengambil keputusan, menentukan segala. Perempuan walaupun diberitahu namun belakangan tidak dari awal. Anak menggunakan marga bapa, laki - laki yang membayar maskawin dll.

 Sampai saat ini, perempuan masih di jadikan obyek, yang harus tunaikan 3 istilah -UR ( Dapur,Sumur,Kasur). Contoh Pada suku suku MEE, Hampir 90% perempuan mendapatkan posisi nomor 2, walaupun perempuan Mee dapat menghasilkan uang dengan kerja kontor, mendapat posisi penting di pemereintahan namun  di rumah dan di komunitas perempuan ya tetap perempuan dengan istilah "YAGAMO DABA TUMA" (Perempuan kaum/turunan kecil"(Hasil wawancara beberapa perempuan Mee).

  Tantangan yang Dihadapi Stereotipe Gender Perempuan seringkali diasosiasikan dengan peran domestik dan dianggap kurang cocok untuk posisi kepemimpinan yang dianggap lebih maskulin.

 Perempuan seringkali menghadapi diskriminasi dalam akses terhadap pendidikan, peluang kerja, dan jaringan yang diperlukan untuk mencapai posisi kepemimpinan

 Kekerasan berbasis gender, baik fisik maupun psikologis, dapat menjadi penghalang bagi perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka. Beban ganda Perempuan seringkali harus memikul beban ganda, yaitu tanggung jawab domestik dan pekerjaan profesional, yang dapat membatasi waktu dan energi yang mereka miliki untuk berkarir.

Faktor yang Memungkinkan Perempuan Berhasil

Kepemimpinan yang Transformatif merupakan Perempuan pemimpin seringkali membawa perspektif yang berbeda dan pendekatan yang inovatif dalam kepemimpinan. Mereka cenderung lebih kolaboratif, inklusif, dan fokus pada kepentingan masyarakat.

Dukungan Jaringan diartikan  adanya dukungan dari keluarga, teman, mentor, dan organisasi perempuan dapat memberikan kekuatan dan motivasi bagi perempuan untuk mencapai 

Pendidikan yang berkualitas dan pelatihan kepemimpinan dapat membekali perempuan dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk sukses dalam peran kepemimpinan.

Perubahan Sosial: Perubahan dalam norma sosial dan budaya, serta adanya kebijakan yang mendukung kesetaraan gender, dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk menjadi pemimpin.

Setelah mengikuti berbagai terobosan yang di lakukan oleh kedua perempuan Mee diatas saya merasa penting untuk cantumkan beberapa tokoh perempuan dunia yang memiliki power besar dalam mengubah peradaban dan membawa perubahan ditengah masyarakatnya dengan menghidupkan lokal wisdem dan benda budaya yang hidup didalamnya.

Contoh Perempuan Pemimpin yang Inspiratif:

Ratu Balqis Seorang ratu yang bijaksana dan kaya raya yang memimpin Kerajaan Saba' pada masa lalu.

Cleopatra Ratu Mesir yang terkenal dengan kecerdasan dan kecantikannya, serta kemampuannya dalam diplomasi dan strategi militer.

Margaret Thatcher Perdana Menteri Inggris pertama dan satu-satunya perempuan, yang dikenal dengan kebijakan ekonominya yang kuat.

Benazir Bhutto Perdana Menteri Pakistan pertama perempuan, yang memperjuangkan demokrasi dan hak-hak perempuan.

Corazon Aquino Presiden Filipina pertama perempuan, yang berhasil menggulingkan kediktatoran Ferdinand Marcos.


Mengapa Penting Mendukung Kepemimpinan Perempuan Di Wilayah Meeuwo ?

Representasi  merupakan kepemimpinan perempuan yang beragam dapat memberikan representasi yang lebih baik bagi seluruh masyarakat, dan itu terlihat di kalangan masyarakat paniai saat ini bagaimana pengetahuan lokal yang terwujud dalam hasil karya budaya dapat di tampilkan pada festival Danau paniai yang di selenggaran.

Inovasi Perspektif yang berbeda dapat mendorong inovasi dan solusi baru untuk masalah yang kompleks, Noken,ukiran kayu,kreatifitas lokal dapat di inovasi dan di pamerkan pada acara yang di mediasi oleh pemeeintah.

Keadilan Sosial Kepemimpinan perempuan dapat berkontribusi pada tercapainya keadilan sosial dan kesetaraan gender, bagaimana pada acara festival para perempuan Mee dapat tampil menawan di panggung bahkan mendapat tempat yang baik untuk ekspresikan ide mereka melaui karya dan penampilan.

Pertumbuhan Ekonomi Penelitian menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat partisipasi perempuan yang tinggi dalam ekonomi cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dengan demikian bagimana pertumbuhan ekonomi kecil dan menengah dapat terlihat dengan adanya iven seperti ini.

Apa yang Dapat Dilakukan?

Mendorong Kesetaraan Gender Membangun kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender dan melawan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan Mee,  Peranan perempuan sebenarnya juga tidak kalah dengan peranan Yamee (laki laki).

Mendukung Pendidikan Perempuan dengan memberikan akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas bagi semua perempuan sera membangun Jaringan Pendukung Membangun jaringan yang kuat untuk mendukung perempuan dalam mencapai tujuan mereka.

Mempromosikan Kepemimpinan Perempuan

Memberikan ruang dan kesempatan bagi perempuan Mee untuk mengembangkan potensi kepemimpinan mereka.

Perempuan memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi pemimpin yang inspiratif dan membawa perubahan positif bagi masyarakat. Dengan mengatasi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang tersedia, perempuan dapat memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk masa depan yang lebih baik.Dengan Motto Aweta Ko Enna Agapida kiranya Paniai makiyo penuh dengan keadilan dalam budaya maupun bidang lainnya.

Dan akhirnya saya secara pribadi mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh masyarakat Mee di Pinggiran Wissel meren selamat ekspresikan benda budaya dari kekyaaan budaya yang di hasilkan dari pengetahuan lokal Suku Mee. Sebagai pemilik Danau dan Kampung Aikai pusat penyelenggara Festival Danau Paniai ke satu ikut bangga karena kampung saya,tempat saya bermain pecek mencari ikan di Aikai 30 tahun silam kini di laksanakan iven atau pesta budaya.Koya o

(Yeimo Selpi -Antropolog Papua )


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMERDEKAAN INDONESIA Dan PENINDASAN TERHADAP BANGSA PAPUA

AIR KEHIDUPAN SURGA SEJERNI KRISTAL

BERTOBATLAH SEBAB KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT (Konteks Papua?)