KEHIDUPAN ANAK - ANAK TUHAN
( Renungan minggu, 26/01/2025 oleh Ev. Paulus Aspalek, S. Pak)
Latar Belakang Sejarah
Surat Yudas ditulis sekitar tahun 80-100 M, pada masa akhir abad ke-1 M.
Konteks Surat ini ditulis dalam konteks gereja mula-mula yang sedang menghadapi tantangan dan kesulitan.
Penerima Surat Yudas ditujukan kepada jemaat Kristen yang tersebar di berbagai tempat.
Latar Belakang Teologis
1. Gnostisisme: Surat Yudas menanggapi tantangan Gnostisisme, sebuah ajaran yang menganggap pengetahuan rahasia sebagai kunci keselamatan.
2. Antinomianisme: Surat ini juga menanggapi Antinomianisme, sebuah ajaran yang menganggap bahwa orang Kristen bebas dari hukum Taurat.
3. Kesatuan dan kebenaran: Surat Yudas menekankan pentingnya kesatuan dan kebenaran dalam gereja.
Tujuan Penulisan
1. Mengingatkan: Surat Yudas bertujuan untuk mengingatkan jemaat Kristen tentang pentingnya mempertahankan iman dan kesatuan.
2. Menghadapi tantangan: Surat ini juga bertujuan untuk menghadapi tantangan Gnostisisme dan Antinomianisme.
3. Mengajak kepada kesalehan: Surat Yudas mengajak jemaat Kristen untuk hidup saleh dan mempertahankan iman mereka.
INTI SARI
HIDUP UMAT TUHAN (Yudas 1:17-23).
1.Memiliki Iman Yang Teguh
Memiliki iman teguh menurut Yudas 1:1-7 berarti memiliki keyakinan yang kuat dan stabil dalam iman Kristen. Berikut adalah beberapa aspek iman teguh yang dapat dipahami dari Yudas 1:17-23
Aspek-aspek Iman Teguh
1. Panggilan dan Pilihan: Yudas 1:1 menyebutkan bahwa orang-orang percaya dipanggil dan dipilih oleh Allah. Ini berarti bahwa iman teguh dimulai dengan pengakuan akan panggilan dan pilihan Allah.
2. Kasih Karunia dan Perdamaian: Yudas 1:2 menyebutkan kasih karunia dan perdamaian dari Allah. Iman teguh melibatkan pengalaman kasih karunia dan perdamaian yang hanya dapat diperoleh melalui Yesus Kristus.
3. Pertahanan Iman: Yudas 1:3 menyebutkan tentang pentingnya mempertahankan iman. Iman teguh melibatkan kesediaan untuk mempertahankan iman dalam menghadapi tantangan dan kesulitan.
4. Perjuangan Melawan Kesalahan: Yudas 1:4 menyebutkan tentang perjuangan melawan kesalahan. Iman teguh melibatkan kesediaan untuk melawan kesalahan dan mempertahankan kebenaran.
5. Mengingat Ajaran Rasul-Rasul: Yudas 1:5-7 menyebutkan tentang pentingnya mengingat ajaran rasul-rasul. Iman teguh melibatkan kesediaan untuk mengingat dan mempraktikkan ajaran-ajaran rasul-rasul.
Karakteristik Iman Teguh
1. Kuatan dan Stabilitas: Iman teguh memiliki kuatan dan stabilitas yang tidak dapat digoyahkan oleh tantangan dan kesulitan.
2. Keyakinan dan Kesadaran: Iman teguh melibatkan keyakinan dan kesadaran yang kuat tentang panggilan dan pilihan Allah.
3. Kesediaan untuk Mempertahankan Iman: Iman teguh melibatkan kesediaan untuk mempertahankan iman dalam menghadapi tantangan dan kesulitan.
4. Komitmen terhadap Kebenaran: Iman teguh melibatkan komitmen terhadap kebenaran dan kesediaan untuk melawan kesalahan.
2.HIDUP KUDUS
-Menjaga kekudusan dalam Kehidupan
-Menjadi pengantin YESUS yang kudus dan Tak bercacat
3.SELALU HIDUP DALAM ROHKUDUS
- Rohkudus Harus sellu di jadikan dasar dan penodomana hidup.
ππππππππππππππππ
(Refleksi renungan Yeimoyagamo,
Bethel, 26/01/2024)

Komentar
Posting Komentar