10 TIPS MENJADI WARSHIP LEADER (WL) YANG BERHASIL

 Apa itu Worship Leader? 



Terdiri dari 2 Kata yaitu Worship dan Leadership =Pemimpin Pujian Jdi secara arafiah WL merupakan seorang yang mempin pujian dan penyembahan.

Menjadi seorang Worship Leader (WL) di gereja kelihatannya gampang. Mungkin kita berpikir hanya punya skill bernyanyi dan percaya diri saja sudah cukup memimpin jemaat memuji dan menyembah Tuhan. Namun nyatanya tidak sebatas itu saja ya ada 10 Hal yang musti di miliki oleh seorang WL. 

1.    Wajib  Mempunyai waktu  Pribadi Bersama Tuhan Dan Persembahkan diri Kita bagi Tuhan ( Roma 12 : 1)

Sebelum melayani sebagai WL,  pentingnya mengambil waktu pribadi dengan Tuhan. Misalnya dengan memisahkan diri. Seorang WL memerlukan spirit penyembahan di dalam roh sehingga butuh mengalami Tuhan lebih dulu secara pribadi.  "Hal yang harus  di lakukan adalah  terus mempertahankan waktu-waktu pribadi dengan Tuhan dan saya selalu sebelum memimpin.Daftar lagunya di nyanyiakn secara pribadi dalam penyembahan pribadi dirumah.

Seorang WL mesti mempersembhakn dirinya bagi Tuhan terlebih dahulu,menjaga diri tetap layak untuk memandu Pujian.

2.    Butuh Persiapan Baik Secara Rohani Maupun Skill

 

Untuk menjadi seorang WL (Worship Leader) yang baik secara rohani maupun secara skill, maka kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Karena pada saat kita menjadi Worship Leader, kita dalam posisi Leading jemaat dan tim untuk membawa pujian dan penyembahan.  Kalau kita punya persiapan yang baik yang mantap maka apa yang dirasakan oleh jemaat atau oleh timnya juga begitu. Kita Manifestasikan hadirat kepada Umat.

3. Penuh Dengan Firman Tuhan

Menjadi seorang Worship Leader bukan sekadar memimpin atau membawakan lagu pujian di depan. Tetapi dia sedang menyanyikan firman dan perkataan Tuhan. Kalau kita sendiri tidak  penuh dengan firman, apa yang kita mau nyanyikan? Apa yang kita sampaikan kepada jemaat? Itu sebabnya sangat penting mengambil waktu untuk menggali firman Tuhan secara pribadi.

4. Menyatukan Hati Bersama Tim 

Bukan saja hanya mengambil waktu pribadi dengan Tuhan dan menggali firman-Nya, tetapi sebelum memimpin jemaat seorang Worship Leader juga perlu menyatukan hati dengan semua tim yang melayani di atas mimbar. Karena itu  pentingnya doa bersama tim sebelum memimpin jemaat di dalam pujian dan penyembahan.

Doa bersama tim itu sangat-sangat membantu. Karena Roh Tuhan saja yang bisa mempersatukan kita. Tidak semua orang punya pemahaman  musik yang sama. Mungkin bisa berbeda-beda. Kalau kita selalu menyatukan hati, selalu membangun hubungan kita juga lewat doa bersama, rasanya  itu menjadi satu breakthrough dimana setiap kita bisa mengesampingkan keinginan kita bermusik untuk memenuhi suatu kebutuhan, bahwa kita ini sedang melayani Tuhan, sedang mempersembahkan yang terbaik, sebuah musik yang bisa kita persembahkan bagi Tuhan.

5. Terus Berlatih

Selain mempersiapkan diri secara rohani, juga menilai hal yang tak kalah penting menjadi seorang Worship Leader adalah terus berlatih dan mengasah skill bernyanyi maupun bermain musik. 

a.     Jangan jadi penyembah Iven : Persiapan dan melatih bedahkan iven, Jika mingguan latihannya tidak maksimal, jika KKR latihan berminggu atau berhari – hari,apalagi ibadah komsel terkadang tidak ada persiapan.

b.     Jangan menyembah jumlah Orang : Latihan dan persiapan dengan melihat jumlah jemaat,jika jumlah banyak kita persiapan 

c.     Jangan Menyembah Alat Musik: Jangan terpaku juga pada alat musik 

Kalau kita mau menyanyi, kalau kita mau memimpin pujian,  Nada Alto tapi  juga berusaha untuk level up diri saya untuk saya juga bisa nyanyi dengan jemaat. WL juga berusaha untuk punya waktu untuk vocalising, untuk melakukan pemanasan bernyanyi dari nada yang rendah sampai ketinggian overtone beberapa kali. Lalu kembali cooling down lagi turun lagi supaya pita suara kita lentur. Apalagi kalau  kita mimpin yang dari pagi  pasti bedah dengan memimpin siang hari,sore ataupun malam.

6. Punya Banyak Perbendaharaan Lagu

Selain melatih dan mengasah skill, Sari juga menuturkan jika seorang WL juga perlu memiliki perbendaharaan lagu yang banyak. 

Kadang-kadang kalau kita tidak  tahu banyak lagu, jadi kita mau nyambungin (Medley) lagu sulit.  Tapi kalau kita punya banyak perbendaharaan lagu-lagu rohani sangat baik sekali, yang kita bawakan di gereja maka itu akan sangat membantu kita. Pada saat kita mau membuat atmosfernya seperti apa nih, kita bisa menggambar. Kira-kira kita mau bikin grafiknya seperti apa? Kita bisa pilih lagu-lagunya karena kita punya banyak perbendaharaan lagu. 

7. Punya Communication Skill Kepada Jemaat

Seorang Worship Leader rupanya juga dituntut untuk memiliki  communication skill. Tugas kita sebagai WL itu bukan hanya  sekedar bernyanyi, atau mengajar tentang lagu baru atau menginformasikan lagu, tetapi seorang WL seperti tour guide yang memimpin jemaat mengalami Tuhan.

"Saat kita memuji dan menyembah Tuhan, ada sebuah breakthrough, ada sebuah terobosan.Ketika kita alami itu bisa kita transferkan kepada jemaat. Itu  sebabnya sangat penting untuk mengambil waktu pribadi dengan Tuhan sehingga dia juga bisa mentransferkan roh  puji-pujian, roh penyembahan itu kepada jemaat."


8.Jangan Terintimidasi 

Jangan terintimidasi oleh diri kita sendiri bahkan oleh orang lain.Artinya gugup,takut dan oleh jemaat 

9.Hand Sign Harus Jelas 

Jangan sembunyikan kode jari di dalam baju, badan atau di depan sehingga tidak di lihat oleh tim Musik,Singers atau tim Altar lainnya.

10.Musikalis 

Seorang WL minimal harus belajar dan memahami bahasa Musik walaupun kita tidak tahu bermain musik

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMERDEKAAN INDONESIA Dan PENINDASAN TERHADAP BANGSA PAPUA

AIR KEHIDUPAN SURGA SEJERNI KRISTAL

BERTOBATLAH SEBAB KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT (Konteks Papua?)