Mengapa Perempuan Yang Pertama Ke Kubur YESUS
Mari kita telaah latar belakang mengapa perempuan-perempuan menjadi yang pertama pergi ke kuburan Yesus setelah penyaliban. Beberapa faktor historis, budaya, dan naratif dalam Injil memberikan gambaran tentang hal ini:
1. Peran Perempuan dalam Masyarakat Yahudi Abad ke-1 Masehi:
- Pengikut Setia: Perempuan-perempuan sering kali menjadi pengikut Yesus yang setia dan berdedikasi. Mereka mendukung pelayanan-Nya secara finansial dan emosional, serta hadir dalam banyak peristiwa penting dalam hidup-Nya. Injil Lukas (8:2-3) secara khusus menyebutkan beberapa perempuan yang melayani Yesus dan para rasul dengan harta mereka.
- Tradisi dan Kehormatan: Dalam budaya Yahudi pada masa itu, mengurus jenazah dan memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal adalah tugas yang sangat penting. Biasanya, keluarga dan kerabat dekat akan melakukan ritual pembersihan, pengurapan, dan pemakaman.
- Keterbatasan Peran Publik: Meskipun memiliki peran penting dalam keluarga dan komunitas, partisipasi perempuan dalam ranah publik dan otoritas keagamaan lebih terbatas dibandingkan laki-laki. Namun, kesetiaan dan kasih mereka sering kali melampaui batasan-batasan sosial tersebut.
2. Peristiwa Penyaliban dan Penguburan yang Tergesa-gesa:
- Hari Sabat yang Mendekat: Yesus disalibkan pada hari Jumat, dan hari Sabat (hari peristirahatan Yahudi) dimulai saat matahari terbenam. Hukum Yahudi melarang melakukan pekerjaan apa pun pada hari Sabat, termasuk mengurus jenazah.
- Penguburan yang Cepat: Karena hari Sabat sudah dekat, penguburan Yesus dilakukan dengan tergesa-gesa. Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus menurunkan jenazah Yesus dan membaringkannya di kubur baru yang belum pernah dipakai. Mereka hanya sempat membungkus jenazah dengan kain lenan dan memberikan sedikit rempah-rempah.
- Ketidaksempurnaan Ritual: Karena keterbatasan waktu, ritual pengurapan jenazah secara lengkap kemungkinan besar belum sempat dilakukan.
3. Motivasi Perempuan untuk Kembali ke Kubur:
- Kasih dan Kesetiaan: Perempuan-perempuan yang mengasihi Yesus tentu merasa terpanggil untuk menyelesaikan ritual pengurapan jenazah yang belum sempat dilakukan karena keterbatasan waktu sebelum Sabat. Tindakan ini merupakan wujud bakti dan penghormatan terakhir mereka kepada sang Guru.
- Melanjutkan Tugas yang Tertunda: Setelah Sabat berakhir, kemungkinan besar para perempuan ini merasa bertanggung jawab untuk kembali ke kubur dan melakukan apa yang belum sempat diselesaikan pada hari Jumat.
- Tidak Menyangka Kebangkitan: Penting untuk dicatat bahwa pada saat mereka pergi ke kubur pada hari Minggu pagi, mereka tidak mengharapkan kebangkitan Yesus. Tujuan mereka adalah untuk merawat jenazah-Nya.
4. Narasi Injil yang Konsisten:
- Keempat Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) secara konsisten mencatat bahwa perempuan-perempuanlah yang pertama kali pergi ke kubur pada hari Minggu pagi. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam detail nama-nama perempuan yang disebutkan, inti ceritanya tetap sama.
- Injil Markus (16:1) secara spesifik menyebutkan bahwa Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome membeli rempah-rempah untuk meminyaki Yesus setelah lewat hari Sabat.
Dengan demikian, latar belakang mengapa perempuan-perempuan menjadi yang pertama pergi ke kuburan Yesus melibatkan kombinasi dari peran aktif dan setia mereka sebagai pengikut Yesus, tradisi budaya Yahudi terkait pengurusan jenazah, keterbatasan waktu penguburan sebelum Sabat, serta motivasi kasih dan keinginan mereka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Yesus. Tindakan merekalah yang kemudian membawa mereka menjadi saksi pertama dari kebangkitan Kristus, sebuah peristiwa sentral dalam iman Kristen.
Komentar
Posting Komentar